Summarization secara Manual

Route summary atau dikenal juga sebagai route aggregation atau supernet adalah metode yang dikembangkan untuk meminimalkan tabel routing. Manfaat lain dari metode ini adalah meminimalkan overhead router ketika memproses pencocokan rute dari paket - paket data. 
Supernetting memerlukan routing protokol yang mendukung CIDR. RIPV2, EIGRP, IS-IS, OSPF dan BGP adalah routing protokol yang mendukung route summarization.
route summary supernet route aggregation

Tergantung pada routing protokol yang didukung, Cisco IOS secara default akan melakukan summarization ip address pada class defaultnya.  Untuk ip address class A akan di summary pada default netmasknya 255.0.0.0 ( CIDR /8 ), ip address class B pada netmask 255.255.0.0 (/16) dan ip address class C pada mask 255.255.255.0  (/24).  Walaupun route aggregation ini berguna, tetapi bukan tanpa resiko, perhatikan topologi di bawah ini,
route summarization risk
Router R1, R2 dan R3 menjalankan routing protokol EIGRP. Secara default EIGRP akan melakukan summarization pada network yang di-advertise. Jika ada paket data yang menuju network 172.16.1.0, router R1 akan kebingungan untuk meneruskan paket tersebut apakah ke router R2 atau router R3. 


Manual Summarization


Untuk melakukan summary secara manual adalah dengan mengubah ip address  dalam bentuk binari, kemudian melakukan pengenalan pola pada order bit tertinggi. 
Misalkan sebuah router mempunyai network berikut dalam tabel routingnya,
172.16.83.0 /24
172.16.84.0 /25
172.16.85.0 /24
172.16.86.0 /25172.16.88.0 /25
172.16.89.0 /25
172.16.90.0 /24
172.16.91.0 /24

Ubah ip address dalam bentuk binari seperti dibawah ini,
Route summarization

Kemudian mencari dan menetapkan pola yang sama pada order bit tertinggi. Pada gambar diatas ditunjukkan dengan warna merah, bit sisanya di set ke nol (0). Netmask dihitung dari jumlah bit yang sama. Sehingga ip address summary-nya adalah 172.16.80.0 dan netmasknya adalah /20 (CIDR) atau 255.255.240.0

Ip address summary juga termasuk network 172.16.80.0, 172.16.81.0, 172.16.82.0, 172.16.87.0,  172.16.92.0, 172.16.93.0, 172.16.94.0 dan 172.16.95.0. Sehingga harus dipastikan network- network yang hilang ini tidak muncul dari luar router.

Berkenalan dengan Stub Network


Analogi yang tepat mengenai stub network adalah pulau yang hanya mempunyai satu jembatan yang menghubungkan pulau tersebut dengan daratan utama. Tidak ada transportasi laut ataupun udara. Orang - orang keluar masuk pulau hanya melalui jembatan tersebut.
Dengan analogi diatas, kita dapat mendeskripsikan stub network sebagai  network yang hanya mempunyai satu jalan keluar atau masuk. 
topologi network stub

Perhatikan Router R2 pada gambar diatas, router R2 mempunyai beberapa LAN yang terkoneksi langsung dan hanya mempunyai satu jalur keluar dan masuk melalui interface fast ethernet 0/0 menuju Router R1-HQ. Secara umum dapat dikatakan bahwa network pada router R2 dapat disebut sebagai stub network, karena network ini tidak menuju network lain. Router R2 adalah akhir dari jaringan.


Tabel routing router R2 dapat disederhanakan dengan menggunakan default route, dengan R1-HQ menjadi next hop, atau menggunakan exit interface fa0/0. 

Pada topologi diatas, router R1-HQ akan dikenal sebagai transit network dan router R1-HQ disebut sebagai transit router.

Tantangan : Ada berapa stub network pada topologi diatas ?

Verifikasi dan Troubleshooting EIGRP

Sebagai salah satu distance vector routing protocol popuker, EIGRP sering digunakan untuk jaringan komputer skala menengah. Dengan skalabilitas ini, akan berakibat pada design jaringan yang kompleks, konfigurasi, maintenance dan troubleshooting. 
Troubleshooting routing dinamik membutuhkan pemahaman yang menyeluruh bagaimana routing protokol itu  bekerja. Beberapa isu terjadi pada semua routing protokol, isu yang lain mungkin terjadi pada routing protokol tertentu.

Berikut beberapa isu yang berhubungan dengan routing protokol EIGRP
  • EIGRP neigbor relationship, jika routing protocol membentuk adjcencies dengan neighbor-nya.
  • Tabel routing EIGRP,  cek tabel routing jika ada sesuatu yang tidak diharapkan seperti rute yang hilang atau rute yang tidak diharapkan.
  • EIGRP Authentication, jika otentikasi tidak berhasil, maka EIGRP tidak akan membentuk neighborship.
Beberapa perintah yang dapat digunakan adalah 
  • show ip protocols
  • show ip eigrp neighbors
  • show ip eigrp topology
  • show ip eigrp interface 
  • debug eigrp packets

show ip protocols

Perintah ini menampilkan routing protokol yang mana yang aktif beserta statusnya.show ip protocols
Pada gambar diatas, ditampilkan routing protokol yang aktif adalah EIGRP beserta nomor AS-nya, rute network-nya dan informasi Administrative Distance.

show ip eigrp neigbors

Perintah ini menampilkan informasi tentang neighbor yang ditemukan oleh EIGRP, dan status neighbor aktif atau pasif.
show ip eigrp neigbors

proccess 100 : nomor proses sama dengan nomor AS
address : ip address dari neigbor 
interface : Interface yang menerima paket hello dari neighbor
holdtime : waktu yang digunakan oleh EIGRP untuk
uptime : lamanya waktu sejak pertama kali eigrp menerima paket hello dari neighbor-nya
Q count : banyaknya paket eigrp (update, query, reply) yang menunggu untuk dikirim.
SRTT : Smooth round trip time, lamanya waktu untuk mengirim paket EIGRP
RTO : Retransmission Timed Out
Sequence number : nomor urutan terakhir dari paket eigrp yang diterima

show ip eigrp topology

Menampilkan tabel topologi EIGRP, status dari rute EIGRP, successor dan feasible distance.
show ip eigrp topology
Pada gambar diatas, feasible distance ke 192.168.10.0/24  adalah 30720 melalui 172.16.12.2. Link ini dalam keadaan pasif -kode P- yang berarti baik. Jika aktif, EIGRP sedang melakukan perhitungan ulang, yang berarti ada perubahan topologi. 

show ip eigrp interface

perintah ini akan menampilkan interface yang aktif menjalankan EIGRP

interface : interface dimana EIGRP dokonfigurasikan
peers : jumlah directly connected dari neighbor EIGRP
Xmit Queue Un/Reliable :  jumlah paket yang tersisa dalam antrian
Mean SRTT : nilai rata - rata SRTT
Pacing time Un/Reliable : waktu tunggu setelah mengirimkan paket 
Multicast Flow Timer : waktu untuk menuggu paket ack multicast sebelum mengirim paket multicast berikutnya
Pending Routes : --please google it -- , jika nomor ini tinggi, cpu load akan tinggi juga

debug eigrp packets

perintah ini akan membantu kita untuk menganalisa paket yang dikirim atau diterima, status otentikasi. Gunakan pada waktu traffik pada network rendah. 
debug eigrp packets

Konfigurasi Load Balance Unequal Cost Path EIGRP


Pada artikel lalu, kita telah belajar cara konfigurasi load balancing menggunakan routing protocol EIGRP. Tipe load balancing yang digunakan adalah Equal Cost yang berarti link - link mempunyai nilai metrik yang sama. 
Telah kita ketahui EIGRP menggunakan 4 parameter untuk menghitung metrik. Parameter - parameter itu adalah
  • Bandwidth 
  • Delay
  • Load
  • Reliability
Secara default EIGRP hanya menggunakan Bandwidth dan Delay. Informasi ini dapat kita peroleh dari perintah "show ip protocol".

 show ip protocol
Dari hasil perintah diatas K1 = bandwidth, K2  = load, K3 = delay, K4 = reliability, K5 = MTU. Nilai K5 tidak pernah dimasukkan dalam perhitungan metrik.
Kita akan menggunakan topologi yang sama seperti pada lab equal cost. Untuk membuat link-nya Unequal, gunakan perintah "bandwidth [besar-bandwidth]". 
Router R1
R1(config)# interface fa0/0
R1(config-int)# bandwidth 5000
R1(config-int)# end

Dengan perintah bandwidth, kita mengubah nilai bandwidth pada interface fast ethernet 0/0, sehingga dalam perhitungan metrik, nilai metrik pada interface fast ethernet 0/0 akan berbeda dengan nilai metrik pada interface fast ethernet 0/1 dengan tujuan yang sama, network 20.2.2.0.
Kita lihat tabel routing pada router R1,
sh ip route



Bagaimana Cara Konfigurasi Load Balancing Unequal Cost Path ?

Untuk meng-konfigurasi, gunakan perintah "variance [1 - 128]". Perintah variance berfungsi sebagai multiplier. Agar load balancing dapat terjadi, ada kondisi yang harus dipenuhi,
  • Metrik dari link lain (feasible successor) harus kurang dari nilai FD successor dikali nilai variance.
Ok, kita berikan perintah variance pada router R1

R1(config)# router eigrp 100
R1(config-router)# variance 5
R1(config-router)# end

Tips: set variance = 1, kemudian 2 dan seterusnya sambil cek tabel routing. Lakukan terus sampai link yang lain muncul pada tabel routing. Pada lab ini, nilai variance = 5. 

Cek tabel routing 
show ip route variance
Terlihat ada dua link menuju network 20.2.2.0 melalui 2.2.2.2 dan melalui 1.1.1.2.
Kita coba traceroute ke network 20.2.2.0
traceroute

File konfigurasi lab gns3 ini, dapat di download disini dan disini.

Konfigurasi Load Balancing Equal Cost Path pada EIGRP

Load Balancing adalah kemampuan router untuk membagi traffik menuju destination network yang mempunyai nilai metrik yang sama melalui lebih dari satu link (jalur routing). Load balancing dibedakan menjadi 2 jenis
  1. Equal Cost Path, jika link - link mempunyai nilai metrik sama, yang dilaporkan oleh routing protocol (RIPv2, EIGRP, OSPF, BGP) 
  2. Unequal Cost Path, jika link - link mempunyai nilai metrik yang tidak sama
Load balancing akan meningkatkan pemanfaatan segmen jaringan, sehingga meningkatkan netwok utilization. Secara default, router cisco yang menjalankan EIGRP mendukung load balancing hingga 4 link (path) yang mempunyai metrik yang sama. Tergantung dari versi IOS yang digunakan, pada Cisco IOS ver 12.4, EIGRP mendukung hingga 16 path.

Konfigurasi Equal Cost Path 

Berikut topologi lab yang akan kita gunakan untuk melakukan load balancing menggunakan routing protocol eigrp dan verifikasi menggunakan perintah traceroute.
Load balancing EIGRP topologi

Router R1
R1# configure terminal
R1(config)# interface loopback 0
R1(config-int)# ip address 10.1.1.1 255.255.255.0
R1(config)# interface fa0/0
R1(config-int)# ip address 1.1.1.1 255.255.255.252 
R1(config-int)# no shutdown
R1(config-int)# interface fa0/1
R1(config-int)# ip address 2.2.2.1 255.255.255.252
R1(config-int)# no shutdown
R1(config-int)# end

Router R2
R2# configure terminal
R2(config)# interface loopback 0
R2(config-int)# ip address 20.2.2.2 255.255.255.0
R2(config)# interface fa0/0
R2(config-int)# ip address 1.1.1.2 255.255.255.252 
R2(config-int)# no shutdown
R2(config-int)# interface fa0/1
R2(config-int)# ip address 2.2.2.2 255.255.255.252
R2(config-int)# no shutdown
R2(config-int)# end


Setelah mengkonfigurasi interface pada kedua router, kita aktifkan eigrp dan advertise networknya.
Router R1

router  eigrp 100
network 1.1.1.0 0.0.0.3
network 2.2.2.0 0.0.0.3
network 10.1.1.0 0.0.0.255
no auto-summary
!

Router R2
!
router eigrp 100
network 1.1.1.0 0.0.0.3
network 2.2.2.0 0.0.0.3
network 20.2.2.0 0.0.0.255
maximum-paths 16
no auto-summary
!

Perhatikan, pada konfigurasi EIGRP router R2, terdapat perintah "maximum-path 16". Perintah ini akan membuat EIGRP me-load balancing hingga 16 path. Sehingga pada tabel routing akan muncul 16 path yang menuju satu destination network.

Verifikasi 

Kita gunakan perintah "show ip route" dan "show ip route eigrp" dari router R2.  

Kedua link telah muncul pada tabel routing router R2, yang menandakan bahwa eigrp telah melakukan load balancing. Kita tes load balancing-nya dengan menggunakan perintah traceroute dari router R2.

traceroute

Traceroute pertama, paket akan melalui 1.1.1.1 dan pada traceroute yang kedua paket melalui 2.2.2.1. 
File konfigurasi gns3 dapat didownload disini dan disini.